Kabupaten Sleman Ajak Pekanbaru Kembangkan Pariwisata

Pariwisata - Sleman Yogyakarta Tourism Board selama dua hari, 7-8 November 2013 menggelar dialog dan pameran potensi pariwisata di Hotel Furaya. Dalam program ini, Badan Promosi Wisata Kabupaten Sleman berharap dapat menjalin kerjasama potensial dengan Kota Pekanbaru yang memang sedang berkembang pesat secara ekonomi.

Chairman Sleman Jogyakarta Tourism Board Jono Lesmana mengatakan, dalam dialog ini dirinya juga sekaligus memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Sleman. Sekaligus menginformasikan bahwa di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya memiliki objek wisata, namun juga banyak tersebar di Kabupaten Sleman, malahan bandara yang ada di Jogyakarta sebenarnya kata Jono berada di Kabupaten Sleman.

"Kami ingin menginformasikan apa yang ada di Sleman terutama potensi wisata. Karena selama ini orang tahunya Jogya dengan Malioboro. Padahal ada museum, ada gunung juga yang bisa bertulang memakai jeep, melihat bekas letusan gunung lengkap dengan lahar dingin juga ada di Sleman. Di Sleman juga ada Meseum Gunung Merapi dan Meseum Budaya Jawa yang sangat bagus," terang Jono.

Selain itu kata Jono, Sleman memiliki Kaliura, tempat rekreasi di lereng Gunung Merapi. Selain itu di Sleman juga memiliki sejumlah Villa bersejarah yang pernah digunakan para tokoh perjuangan seperti Mr. M. Yamin dan Ir. Soekarno. Namun, dalam dialog kemarin Jono menolak kalau pihaknya hanya promosi pariwisata di Sleman. Pasalnya pihak Sleman Jogya Tourism Board juga mengajak Pekanbaru bekerjasama.

Memanfaatkan Sleman yang banyak wisatawan nasional dan asing, pihaknya berkomitmen ikut serta mempromosikan objek wisata yang ada di Pekanbaru. "Wisatawan asing banyak di Jogya, namun disini banyak sekolah wisata, nah nanti siswanya bisa magang di Sleman. Selain itu Pekanbaru juga bisa mengirim brosur wisata yang nanti akan didistribusikan di Jogya. Ini potensi yang bagus, karena sudah ada penerbangan langsung dari Jogja ke Pekanbaru," terang Jono.

Ketua Badan Promosi Riau H. Fadlah Sulaiman mengaku senang dengan kedatangan rekan se-profesinya dari Jawa ini. Menurutnya, ini kesempatan bagus bagi Kota Pekanbaru untuk mempromosikan daerahnya. Terutama akhir-akhir ini soal kuliner. "Ini kesempatan yang bagus kita kadang-kadang sangat terbatas untuk melakukan promosi. Dengan kerjasama ini Pekanbaru akan mendapatkan kesempatan promosi ke daerah lain.

Saya selalu menyarankan agar dibentuk badan promosi pariwisata seluruh daerah, namun hanya Dumai dan Siak yang membentuk. Sementara Pekanbaru belum." terang Fadlah.

Ondi menerangkan okupansi 30 hotel berbintang di Pekanbaru hanya 63,3 persen, sementara di Jogjakarta sudah mencapai 83 persen. Dia mengungkapkan itu tidak lepas dari badan promosi wisatanya dan juga keproaktifan pemerintahnya mengembangkan objek wisata potensial yang ada disana.



Sumber Media Cetak : Riau Pos, 9 November 2013, Halaman 38

0 komentar:

Posting Komentar